About Hz

Upgrade Galaxy Ace 2 Makalah Monkasel Monumen Kapal Selam

Manual Description Here: Ea eam labores imperdiet, apeirian democritum ei nam, doming neglegentur ad vis.

Recent Post

MAKALAH TATA SURYA

MAKALAH
TATA SURYA








Disusun Oleh:

MHFuad





SMAIT NUR HIDAYAH KARTASURA
TAHUN PELAJARAN 2016/2017






PENDAHULUAN


       I.            Pendahuluan
Dalam Tata Surya, ada sekitar ribuan benda-benda yang tersebar di langit. Salah satunya planet yang kita huni. Bumi merupakan salah satu benda langit yang berada di tata surya bersama dengan tujuh planet lainnya yang sama-sama berputar mengelilingi pusat Tata Surya yakni matahari.
Selain berputar mengelilingi matahari,Bumi dan beberapa planet lainnya juga dikelilingi oleh benda langit lain yang disebut Satelit.
Setelahnya masih banyak benda langit lainnya yang melengkapi susunan Tata Surya seperti Komet, Asteroid, Meteor, dan banyak benda langit lainnya.

    II.            Rumusan Masalah
Apa saja benda-benda langit yang berada di Tata Surya?
 III.            Tujuan Penulisan
Mengetahui benda-benda langit penyusun Tata Surya



PEMBAHASAN
                       
I.       MATAHARI
Matahari merupakan bintang di Tata Surya. Bentuknya nyaris bulat dan amat besar. Diameter Matahari mencapai ±1,4 juta km dan mempunyai massa 1,99 x 10³ºkg setara 333.000 kali massa Bumi. Mempunya gaya tarik gravitasi yang besar sehingga mampu menyatukan planet-planet dan benda langit lainnya menjadi satu kesatuan dan menjadi pusat Tata Surya.



II.    PLANET
Planet adalah benda astronomi yang mengorbit sebuah bintang yang cukup besar untuk memiliki gaya gravitasi sendiri. Planet juga tidak dapat memberikan panas dan cahaya sendiri, melainkan hanya menerima panas dan cahaya matahari.
Terdapat beberapa jenis dalam penglasifikasian planet dalam Tata Surya.
1)      Berdasarkan kedudukan terhadap bumi, planet-planet dikelompokkan menjadi planet inferior dan planet superior. Planet inferior adalah planet yang kedudukannya diantara matahari dan orbit bumi,sedangkan planet superior adalah planet yang kedudukannya berada diluar orbit bumi.
2)      Berdasarkan kedudukan terhadap asteroid, planet-planet dikelompokkan menjadi planet dalam dan planet luar. Planet dalam adalah planet yang berada diantara matahari dan asteroid,sementara planet luar adalah planet yang kedudukannya diluar asteroid.
3)      Berdasar sifat dan ukurannya, dikelompokkan  menjadi planet kebumian (terestrial) dan planet jovian (planet raksasa).

Hukum gerakan planet menurut Hukum I Kepler adalah “Lintasan planet berbentuk elips dengan matahari berada pada salah satu titik apinya”. Dengan perihelion sebagai jarak terdekat planet ke matahari dan aphelion  sebagai jarak terjauh planet dari matahari.
Gerakan planet menurut Hukum II Kepler adalah “Garis hubung planet-matahari akan menyapu daerah yang sama luasnya dalam selang waktu yang sama”. Sedangkan Hukum III Kepler berbunyi “Pangkat dua kala revolusi planet sebanding dengan pangkat tiga jarak planet ke matahari”.
Dari ketiga hukum gerak planet diatas terbentuk tetapan gravitasi yang dapat menentukan besarnya gaya tarik menarik antara dua benda yang dikemukakan oleh Isaac Newton pada tahun 1686. Planet-planet akan tetap pada lintasan orbitnya jika gaya tarik menarik antara planet dan matahari sama dengan gaya sentripetalnya.
Planet anggota Tata Surya
1)      Merkurius
Merupakan planet terkecil dalam tata surya dan paling dekat dengan matahari. Kala revolusinya 88 hari bumi,serta  kala rotasinya 59 hari bumi. Merkurius tidak memiliki satelit alami.


2)      Venus
Disebut juga sebagai planet “bintang kejora”, merupakan planet kedua terdekat dengan matahari. Kala revolusinya 224,7 hari bumi dan kala rotasi 243,2 hari bumi. Venus juga tidak memiliki satelit.
3)      Bumi
Bumi merupakan tempat tinggal bagi makhluk hidup. Mempunyai kala revolusi selama 365,25 hari dan kala rotasi 23 jam 56 menit. Memiliki satelit alami yakni Bulan.
4)      Mars
Disebut juga dengan “planet merah”. Kala revolusinya 687 hari bumi dan kala rotasinya 24 jam 37 menit. Memiliki 2 satelit yakni Deimos dan Phobos.
5)      Yupiter
Yupiter merupakan planet terbesar dalam Tata Surya. Kala revolusinya 11,86 tahun bumi dan kala rotasinya 9 jam 55 menit. Memiliki puluhan satelit, empat terbesar diantaranya Ganymede, Calisto, Io, Europa.
6)      Saturnus
Merupakan planet terbesar kedua dan memiliki ciri khas yakni cincin yang mengelilinginya. Kala revolusinya 29,5 tahun bumi dan masa rotasinya 10 jam 40 menit. Memiliki puluhan satelit,dua diantaranya adalah Titan dan Enceladus.
7)      Uranus
Uranus merupakan planet kedua terjauh dari matahari. Masa revolusinya 84 tahun bumi dan masa rotasinya 17 jam 14 menit. Memiliki puluhan satelit, 5 yang terbesar diantaranya Titania, Oberon, Umbriel, Ariel, dan Miranda.
8)      Neptunus
Neptunus merupakan planet terjauh dari matahari dalam susunan Tata Surya. Masa revolusinya 164,79 tahun bumi dan masa rotasinya 16 jam 7 menit. Memiliki 13 satelit 5 diantaranya Triton, Nereid, Larissa, Proteus, dan Despoina.

III. KOMET
Komet terdiri atas kepala dan ekor, panjangnya berukuran beberapa kilometer, dan terbuat dari es volatil. Perihelion terletak di planet-planet bagian dalam,sedangkan aphelionnya terletak lebih jauh dari Pluto.
Ekornya terdiri dari dua macam yakni ekor yang berupa gas(lurus) dan yang berupa debu(melengkung).Arah ekor selalu menjauhi matahari. Lintasan komet mengelilingi matahri ada tiga bentuk yakni elips, parabola, dan hiperbola.


IV. ASTEROID
Asteroid disebut juga planetoid (planet kecil). Asteroid terletak diantara orbit Mars dan orbit Yupiter. Terdiri atas batuan dan mineral logam beku. Asteroid yang terbesar adalah Ceres yang ditemukan tahun 1801. Ceres mulanya merupakan salah satu planet pada abad ke-19, namun direklasifikasi menjadi Asteroid pada tahun 1850an, dan pada tahun 2006 Ceres diklasifikasikan menjadi salah satu Planet Kerdil bersama Pluto, Haumea, Makemake, dan Eris.
Terdapat dua kelompok yang mempunyai posisi stabil dalam jarak yang sama,sekitar 778 juta km dari matahari dan Yupiter yang disebut kelompok Trojan. Kedua kelompok Trojan membentuk segitiga sama sisi terhadap matahari dan Yupiter.

V.    METEOR
Benda kecil yang bentuknya seperti gumpalan gas dan debu bertebaran tak beraturan di angkasa adalah meteoroid. Meteorid dapat mencapai bumi karena pengaruh gravitasi bumi. Ketika meteoroid akan jatuh ke permukaan bumi, akan menimbulkan gesekan dengan atmosfer dan juga menimbulkan pijaran cahaya yang disebut dengan Meteor.
Meteoroid yang tersisa usai mengalami pergesekan dengan atmosfer bumi dan mencapai ke permukaan disebut meteorit. Terdapat tiga macam meteorit yakni meteorit batuan, meteorit besi, meteorit batuan-besi.


PENUTUP


I.       KESIMPULAN
Tata Surya adalah kumpulan benda-benda langit yang memiliki pusat yakni bintang yang disebut Matahari dan memiliki objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek tersebut diantaranya delapan Planet, Satelit, planet kerdil, Komet, Asteroid, Meteor dan jutaan benda langit lainnya.




DAFTAR PUSTAKA

·         Hestiyanto, Yusman. 2007. Geografi SMA Kelas X. Jakarta: Yudhistira.
·     Wikipedia. “Tata Surya”. https://id.wikipedia.org/wiki/Tata_Surya. Diakses pada tanggal 11 Oktober 2016
· Gudang Pengetahuan. “Makalah Tata Surya”. http://linkbeep.blogspot.co.id/2013/03/bab-i-pendahuluan-1.html. Diakses pada tanggal 10 Oktober 2016




Read More...

LAPORAN PRAKTIKUM : PENGUKURAN

LAPORAN PRAKTIKUM
PENGUKURAN




Mohamad Hasnan Fuad
X3/18


SMAIT NUR HIDAYAH KARTASURA
TAHUN PELAJARAN 2016/2017

I.                   Pengukuran
II.                Tujuan
Membuktikan panjang suatu benda yang diukur dengan Mikrometer Sekrup dan Jangka Sorong.

III.             Dasar Teori
Pengukuran adalah kegiatan membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang dianggap sebagai patokan. Adapun mengukur adalah kegiatan membandingkan suatu besaran dengan besaran lain yang ditetapkan sebagai alat ukurnya.
Ketelitian pengukuran merupakan bagian penting dari fisika. Tetapi pada kenyataannya tidak ada pengukuran yang benar-benar teliti,sehingga selalu muncul ketidakpastian dalam setiap pengukuran. Ketidakpastian dalam pengukuran muncul dari sumber yang berbeda-beda.
Sumber ketidakpastian yang paling sering muncul adalah keterbatasan ketelitian pada setiap alat ukur dan ketidakmampuan alat ukur untuk membaca dibawah skala terkecil.

IV.             Alat dan Bahan
1.      Mikrometer Sekrup
2.      Jangka Sorong
3.      Kubus Plastik
4.      Kubus Kayu
5.      Kubus Kuningan
6.      Kubus Logam

V.                Langkah Kerja
1.      Persiapkan alat dan bahan .
2.    Ambil Jangka Sorong terlebih dahulu,dan lakukan pengukuran terhadap benda-benda secara bergantian. Amati hasil pengukuran dari benda-benda tersebut.
3.    Setelah selesai mengukur menggunakan Jangka Sorong, Lakukan pengamatan yang sama menggunakan Mikrometer Sekrup,dan amati hasil pengukurannya.
4.      Buat hasil laporan pengamatan dari kegiatan praktikum.


VI.             Pembahasan
Dari hasil praktikum yang telah diamati, dapat diketahui bahwa ketelitian Mikrometer Sekrup lebih akurat dibandingkan keakuratan Jangka Sorong. Keakuratan yang dimiliki Jangka sorong adalah 0,01 cm, sedangkan keakuratan Mikrometer Sekrup adalah 0,01 mm. Berikut adalah hasil dari pengamatan:
1.      Jangka Sorong
Benda
Hasil Pengukuran
Kubus Kayu
2,035 cm
Kubus Kuningan
2,035 cm
Kubus Plastik
1,975 cm
Kubus Logam
2,090 cm

2.      Mikrometer Sekrup
Benda
Hasil Pengukuran
Kubus Kayu
20,038 mm
Kubus Kuningan
20,000 mm
Kubus Plastik
20,090 mm
Kubus Logam
20,017 mm

Adanya perbedaan hasil pengukuran diatas adalah perbedaan tingkat ketelitian dari kedua alat tersebut. Dari data diatas disebutkan,hasil ukuran panjang yang diukur dengan Jangka Sorong adalah 2,035 cm,sedangkan hasil ukuran panjang Kubus Kayu yang diukur dengan Mikrometer Sekrup adalah 20,038 mm.
Hasilnya tidak terlalu jauh, akan tetapi tingkat ketelitian yang dimiliki Mikrometer Sekrup lebih tinggi dibandingkan tingkat ketelitian yang dimiliki Jangka Sorong sehingga hasil akhir ukuran panjang suatu benda lebih akurat.


VII.          Kesimpulan
Dapat disimpulkan dari hasil pengamatan,pengukuran suatu alat berbeda dalam mengukur suatu benda. Hal ini dikarenakan tingkat ketelitian/keakuratan suatu alat berbeda.
Sebagaimana tingkat ketelitian Mikrometer Sekrup lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat ketelitian Jangka Sorong.


VIII.       Daftar Pustaka
·         Sururi, Adip Ma’rifu, Supardianningsih, Risdiyani Chasanah. 2015. PR Fisika X Semester 1 SMA/MA. Klaten: Intan Pariwara.
·         Kartono, Agus. 2007. Seribu Pena Fisika SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Erlangga.
·         Annashir Media. “Alat Ukur Panjang: Mistar, Jangka Sorong, dan Mikrometer”. http://edu.anashir.com/2013/11/alat-ukur-panjang-mistar-jangka-sorong.html. Diakses pada tanggal 4 Agustus 2016.


Read More...

Kenali Dirimu

Kenali Dirimu


Kalau boleh saya bilang diri saya adalah pelajar. Saya juga memiliki rumah diantara tetangga tetangga. Dan saya adalah warga suatu negara. Pribadi ini tumbuh dan berkembang dalam suatu wadah, didalamnya pun terdapat pribadi lain pula.
Oh iya.. yang jelas saya adalah seorang murid yang kewajibannya belajar terus,. Terus menerus belajar. Dikehiupan ini banyak orang sekitar yang kita temui. Oiya.. sebenarnya saya bukan membahas diri sendiri saja, tetapi juga orang lain.
Read More...

CERPEN IDUL ADHA - SHORT STORY COMPETITIONS

CERPEN IDUL ADHA - SHORT STORY COMPETITIONS
IDUL ADHA

Hari ini adalah hari Idul Adha. Jatuh tepat pada 10 Dzulhijjah. Seperti biasanya masyarakat diseluruh Indonesia maupun penjuru dunia akan melaksanakan sunnah sunnah dihari ini, yap.. Sholat Ied yang digelar di tanah lapang, dan juga akan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban di masjid sekitar masyarakat yang nantinya akan dibagikan kepada penduduk.

Read More...